Minggu, 17 Februari 2013

syarat utama seorang reporter



Syarat Utama Seorang Reporter
  • VITALITAS
Pertama-tama menjadi reporter adalah bukan karena keluasan pengetahuan atau keluasan bergaul semata, melainkan VITALITAS!
James Reston, kolomnis termashyur mantan wartawan New York Times selalu menekankan hal ini: “Sedang-sedang pun kecerdasannya, asal vitalitasnya tinggi, seorang reporter akan bisa jadi jurnalis handal.”
Vitalitas adalah kunci kegairahan mencari dan menyiarkan sesuatu yang baru. Tidak ada kata menyerah, sebelum mendapatkan yang diinginkan.

  • MENGUASAI ILMU KOMUNIKASI
Menguasai berbagai ilmu komunikasi, baik komunikasi personal, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lainnya. Kemampuan ini bersifat mutlak, karena dunia reportase adalah dunia komunikasi.

  • MENAATI BERBAGAI REGULASI JURNALISTIK
Menaati berbagai regulasi yang berhubungan dengan dunia jurnalistik, juga regulasi yang menyangkut tuntutan profesionalisme kewartawanan. Tanpa memahami dan mentaati regulasi yang memagari, berarti tidak mampu menyadari fungsi dan perannya. Dan regulasi tidak hanya hanya berupa undang-undang, melainkan juga kode etik, standardisasi profesi dan lainnya.

  • VITALITAS
Pertama-tama menjadi reporter adalah bukan karena keluasan pengetahuan atau keluasan bergaul semata, melainkan VITALITAS!
James Reston, kolomnis termashyur mantan wartawan New York Times selalu menekankan hal ini: “Sedang-sedang pun kecerdasannya, asal vitalitasnya tinggi, seorang reporter akan bisa jadi jurnalis handal.”
Vitalitas adalah kunci kegairahan mencari dan menyiarkan sesuatu yang baru. Tidak ada kata menyerah, sebelum mendapatkan yang diinginkan.

  • MENGUASAI ILMU KOMUNIKASI
Menguasai berbagai ilmu komunikasi, baik komunikasi personal, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lainnya. Kemampuan ini bersifat mutlak, karena dunia reportase adalah dunia komunikasi.

  • MENAATI BERBAGAI REGULASI JURNALISTIK
Menaati berbagai regulasi yang berhubungan dengan dunia jurnalistik, juga regulasi yang menyangkut tuntutan profesionalisme kewartawanan. Tanpa memahami dan mentaati regulasi yang memagari, berarti tidak mampu menyadari fungsi dan perannya. Dan regulasi tidak hanya hanya berupa undang-undang, melainkan juga kode etik, standardisasi profesi dan lainnya.

  • VITALITAS
Pertama-tama menjadi reporter adalah bukan karena keluasan pengetahuan atau keluasan bergaul semata, melainkan VITALITAS!
James Reston, kolomnis termashyur mantan wartawan New York Times selalu menekankan hal ini: “Sedang-sedang pun kecerdasannya, asal vitalitasnya tinggi, seorang reporter akan bisa jadi jurnalis handal.”
Vitalitas adalah kunci kegairahan mencari dan menyiarkan sesuatu yang baru. Tidak ada kata menyerah, sebelum mendapatkan yang diinginkan.
  • MENGUASAI ILMU KOMUNIKASI
Menguasai berbagai ilmu komunikasi, baik komunikasi personal, komunikasi massa, komunikasi antar budaya, dan lainnya. Kemampuan ini bersifat mutlak, karena dunia reportase adalah dunia komunikasi.
  • MENAATI BERBAGAI REGULASI JURNALISTIK
Menaati berbagai regulasi yang berhubungan dengan dunia jurnalistik, juga regulasi yang menyangkut tuntutan profesionalisme kewartawanan. Tanpa memahami dan mentaati regulasi yang memagari, berarti tidak mampu menyadari fungsi dan perannya. Dan regulasi tidak hanya hanya berupa undang-undang, melainkan juga kode etik, standardisasi profesi dan lainnya.

2 komentar:

Riskireinaldo Hutagalung mengatakan...

jadi kk kalau mau jadi journalist itu apa yg haruus kita kuasai

Spot Unik mengatakan...

mampir singgah kak spotunik.com

Poskan Komentar